BAZNAS Kabupaten Ngawi Jadi Mentor LAZ Solo Raya di UIN Raden Mas Said Surakarta untuk Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS)
Baznas Ngawi: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi menorehkan langkah baru dalam memperkuat peran zakat di wilayah Solo Raya. BAZNAS Ngawi resmi menjadi mentor bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ) Solo Raya dalam mengembangkan program unggulan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, yang dikenal sebagai pusat pendidikan Islam berbasis moderasi beragama dan kearifan lokal.(30/7/2025)
Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara LAZ Solo Raya, dan UIN Raden Mas Said Surakarta pada Selasa (30/7/2025) di Aula I FEBI Kampus UIN RMS. Acara ini dihadiri oleh pimpinan BAZNAS Ngawi, perwakilan LAZ Solo Raya, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Mohamad Rahmawan Arifin, S.E. M.Si. dan jajarannya
Peran BAZNAS Ngawi sebagai Mentor
Dalam kerja sama ini, BAZNAS Ngawi akan berbagi pengalaman dan keahlian dalam pengelolaan zakat untuk mendukung program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. BAZNAS Ngawi, yang telah sukses menjalankan berbagai program berbasis zakat di Kabupaten Ngawi, akan membimbing LAZ Solo Raya dalam merancang dan melaksanakan inisiatif serupa. Fokus utama meliputi pemberian beasiswa pendidikan, pendanaan penelitian transdisiplin, serta pengembangan pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal.
Ketua BAZNAS Ngawi, Samsul Hadi menyatakan, “Kami berkomitmen untuk mentransfer pengetahuan dan strategi pengelolaan zakat yang efektif kepada LAZ Solo Raya. Dengan kolaborasi ini, kami berharap dapat memperluas dampak zakat untuk pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pendidikan dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan zaman.”
Sinergi dengan UIN Raden Mas Said Surakarta
UIN Raden Mas Said Surakarta menjadi mitra strategis dalam kerja sama ini, sejalan dengan visinya sebagai universitas Islam unggul yang berfokus pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Mohamad Rahmawan Arifin, S.E. M.Si, menjelaskan bahwa universitas akan menyediakan fasilitas dan sumber daya akademik untuk mendukung program ini, termasuk melibatkan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat.
“Kami sangat antusias dengan peran BAZNAS Ngawi sebagai mentor. Kolaborasi ini akan memperkaya program pengabdian masyarakat kami, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis riset keilmuan dan penguatan moderasi beragama, yang menjadi ciri khas UIN RMS,” ujar Prof. Ivan.
Program Unggulan yang Dirancang
Kerja sama ini akan menghasilkan sejumlah program konkret, antara lain:
- Beasiswa Zakat untuk Mahasiswa: Memberikan dukungan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di UIN RMS.
- Pendanaan Penelitian Transdisiplin: Mendukung penelitian dosen dan mahasiswa yang mengintegrasikan keilmuan Islam dengan sains, teknologi, dan kearifan lokal, sesuai dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi.
- Pengabdian Masyarakat Berbasis Zakat: Mengembangkan model pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dan dosen, seperti pelatihan keterampilan untuk komunitas lokal dan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.
Dampak bagi Solo Raya
Perwakilan LAZ Solo Raya, Muhammad Ali, menyambut baik peran BAZNAS Ngawi sebagai mentor. “Kami optimistis bahwa bimbingan dari BAZNAS Ngawi akan meningkatkan kapasitas kami dalam mengelola zakat secara profesional. Dengan dukungan UIN RMS, kami berharap dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Solo Raya,” katanya.
Mohamad Rahmawan Arifin, tokoh masyarakat Solo, dalam sebuah dialog kebangsaan sebelumnya menyebut Solo sebagai “melting pot semua ideologi.” Kerja sama ini diharapkan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di wilayah ini, sejalan dengan karakter UIN RMS yang memiliki 18.393 mahasiswa aktif, dengan lebih dari 60% berlatar belakang pendidikan non-madrasah.
Langkah ke Depan
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju dan berkeadaban. Dengan semangat “Think globally, act locally,” program ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam memanfaatkan zakat untuk pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan penelitian.
Acara penandatanganan MoU ditutup dengan sesi diskusi dan rencana tindak lanjut, termasuk penyusunan kurikulum pelatihan bagi pengelola LAZ dan peluncuran program beasiswa zakat pada semester mendatang. Semua pihak optimistis bahwa kerja sama ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Solo Raya dan sekitarnya. (bzs.shi)