Komunitas Reog Ngawi Tunjukkan Solidaritas Kemanusiaan, Serahkan Bantuan Kebencanaan ke BAZNAS

Baznas Ngawi : Dalam semangat gotong royong dan kepedulian sosial, Paguyuban Sardulo Tamtama Aji, komunitas seni Reog asal Ngawi, menyerahkan bantuan kebencanaan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi. Penyerahan ini dilakukan langsung di kantor BAZNAS Ngawi dan diterima oleh Dr. Hamdani, S.Ag., M.A., selaku Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan.
Bantuan tersebut merupakan wujud nyata dari komunitas yang dikenal aktif melestarikan kesenian Reog Ponorogo di wilayah Ngawi. Reog, sebagai warisan budaya tak benda UNESCO yang berasal dari Jawa Timur, tidak hanya menjadi simbol seni tradisional, tetapi juga medium untuk menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan.
Pihak Paguyuban Sardulo Tamtama Aji diwakili oleh Muhamad Aryos dan Ridho Kuncoro Mukti saat menyerahkan bantuan. Mereka menyampaikan bahwa aksi ini terinspirasi dari nilai-nilai luhur dalam kesenian Reog, seperti keberanian, kekompakan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Kami dari komunitas Reog Ngawi merasa terpanggil untuk berkontribusi dalam penanganan bencana. Bantuan ini kami himpun dari anggota paguyuban dan donatur internal, semoga bisa meringankan beban korban bencana melalui saluran resmi BAZNAS,” ujar Muhamad Aryos mewakili paguyuban.
Dr. Hamdani, S.Ag., M.A., menyambut baik inisiatif tersebut dan mengapresiasi peran komunitas seni budaya dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “Ini contoh luar biasa bagaimana kesenian tradisional seperti Reog bisa menjadi sarana dakwah dan kemanusiaan. Bantuan ini akan kami salurkan secara tepat sasaran untuk program kebencanaan, sesuai amanah muzakki,” katanya.

BAZNAS Ngawi selama ini aktif dalam program Ngawi Peduli, termasuk respons bencana alam dan bantuan sosial. Kolaborasi dengan komunitas seperti Paguyuban Sardulo Tamtama Aji diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengentasan kemiskinan dan penanggulangan bencana.
Aksi ini juga menegaskan bahwa pelestarian budaya Reog di Ngawi tidak hanya tentang pertunjukan seni, tapi juga tentang membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Dengan langkah ini, komunitas Reog Ngawi semakin menunjukkan peran pentingnya sebagai agen perubahan sosial, sekaligus memperkuat identitas budaya Jawa Timur yang kaya akan nilai kemanusiaan. (bzs.shi)








Menurut data BAZNAS Ngawi, program bantuan alat kesehatan seperti kaki palsu ini telah menjangkau puluhan mustahik sepanjang 2025. “Kami fokus pada zakat yang memberdayakan, bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar. Ini sejalan dengan semangat Hari Pahlawan: gotong royong untuk bangkit dari keterpurukan,” tambah Samsul.



Baznas Ngawi: Di tengah semangat kebersamaan yang membara, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 menjadi momen inspiratif bagi generasi muda Ngawi. Bertempat di Kantor Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Ngawi berkolaborasi dengan Wakil Bupati Ngawi, Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H., M.Si, menyalurkan bantuan biaya pendidikan dan program pencegahan stunting kepada puluhan warga setempat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud nyata kepedulian sosial, tapi juga panggilan bagi pemuda untuk terus berjuang mewujudkan cita-cita bangsa seperti yang dirintis para pendiri Sumpah Pemuda 97 tahun silam.
Sementara itu, Ibu Wulan, penerima bantuan anti-stunting untuk anaknya yang berusia 2 tahun, berbagi kisahnya. “Anak saya sering rewel karena kurang gizi. Paket dari BAZNAS ini seperti berkah, plus edukasinya bikin saya paham cara beri makan sehat. Terima kasih Pak Wabup dan BAZNAS, ini bantu kami bangun generasi sehat,” katanya dengan mata berkaca-kaca.