Baznas Ngawi Ikuti Bimtek Kehumasan Zakat Tingkat Provinsi Jawa Timur

Baznas Ngawi :Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ngawi mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan Zakat seluruh Provinsi Jawa Timur yang resmi dibuka oleh Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si.
Kegiatan Bimtek yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan strategi komunikasi dalam pengelolaan zakat tersebut dihadiri langsung oleh Samsul Hadi selaku Ketua Baznas Kabupaten Ngawi, serta Mohammad Aulia Rohman, S.E., selaku Pelaksana Bidang Humas Baznas Ngawi.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa menekankan pentingnya peran kehumasan dalam mendukung efektivitas penyaluran zakat. “Humas memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga amil zakat. Melalui komunikasi yang tepat sasaran dan terarah, publik dapat memahami dengan baik proses pengelolaan zakat, sehingga partisipasi masyarakat dalam menyetorkan zakat dapat terus meningkat,” ujarnya.
Acara pembukaan Bimtek tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Baznas Provinsi Jawa Timur, yakni Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I sebagai Wakil Ketua II dan Drs. KH. Masnuh, M.A. sebagai Wakil Ketua I. Keduanya turut mendampingi Prof. Ali Maschan Moesa dalam rangkaian acara tersebut.

Mohammad Aulia Rohman menyatakan bahwa keikutsertaan Baznas Ngawi dalam Bimtek Kehumasan Zakat ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang komunikasi dan publikasi. “Kegiatan ini menjadi momentum bagi kami untuk memperkaya wawasan dan strategi dalam menyampaikan informasi terkait pengelolaan zakat. Dengan demikian, Baznas Ngawi dapat lebih efektif dalam menjalankan fungsi sebagai lembaga yang tidak hanya mengelola zakat, tetapi juga aktif dalam sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Bimbingan teknis tersebut mencakup berbagai materi yang esensial bagi pengembangan kehumasan, seperti strategi komunikasi publik, penyusunan materi publikasi, pengelolaan media sosial, serta pembuatan konten yang dapat memperkuat citra lembaga amil zakat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pelaksana bidang humas dari berbagai Baznas kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Timur.
Keikutsertaan Baznas Ngawi dalam Bimtek Kehumasan Zakat diharapkan dapat menghasilkan peningkatan kualitas komunikasi yang lebih profesional dan terarah. Dengan demikian, lembaga tersebut mampu lebih optimal dalam menjalankan peran sebagai perantara pengumpul dan penyalur zakat, sekaligus memperluas jangkauan dan kepercayaan masyarakat terhadap program-program zakat yang dikelolanya.(bzs.shi)




Baznas Ngawi: Dalam upaya memperkuat pertahanan kesehatan masyarakat Jawa Timur, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ngawi berkolaborasi erat dengan Pemerintah Daerah (Pemkab) Ngawi dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Bertempat di Kurnia Convention Hall Ngawi, kedua belah pihak menggelar rapat koordinasi penyusunan program penanggulangan Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi, dengan fokus pada peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat rentan.
Dinkes Ngawi, dr. Retno membagikan data terkini yang menggembirakan sekaligus mengkhawatirkan: tingkat deteksi TBC di kabupaten ini mencapai 85 persen, namun masih ada celah di kalangan pekerja migran dan keluarga miskin. “Hari ini, kami menyusun roadmap bersama, termasuk pelatihan kader posyandu berbasis ZISWAF dan kampanye edukasi digital. Target kami: nol kematian TBC di Ngawi pada 2027,” tegasnya, sembari mengapresiasi kontribusi Baznas yang telah mendanai obat TBC.
Baznas Ngawi: Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025, Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (BAZNAS) Kabupaten Ngawi bekerja sama dengan SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika (BIM) Ngawi menggelar layanan pengobatan gratis bagi masyarakat dhuafa di Desa Kartohadjo, Kecamatan Ngawi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud nyata kepedulian sosial, tetapi juga mengedepankan semangat gotong royong untuk meningkatkan akses kesehatan bagi warga kurang mampu.
Pimpinan BAZNAS Ngawi beserta pelaksana program juga hadir penuh, memastikan kelancaran operasional kegiatan. Sementara itu, Kepala Desa Kartohadjo, Suwarjono menyambut hangat inisiatif ini. “Desa kami mayoritas petani dan buruh tani yang akses layanannya terbatas. Pengobatan gratis ini sangat berarti, terutama di masa pasca-pandemi di mana biaya hidup semakin tinggi. Terima kasih kepada BAZNAS Ngawi dan SMK BIM Ngawi yang telah memilih desa kami sebagai lokasi,” kata Budi Santoso.
Wakil Kepala SMK Kesehatan BIM Ngawi, Budi Siswanto Purnomo, S.Pd menekankan nilai edukatif dari acara ini. “Selain memberikan pengobatan, kami juga menyisipkan sosialisasi pencegahan penyakit tropis yang sering menyerang warga pedesaan. Siswa-siswi kami belajar langsung bagaimana melayani dengan empati, sejalan dengan visi sekolah kami membentuk tenaga kesehatan yang humanis,” tambahnya.


Menurut data BAZNAS Ngawi, program bantuan alat kesehatan seperti kaki palsu ini telah menjangkau puluhan mustahik sepanjang 2025. “Kami fokus pada zakat yang memberdayakan, bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar. Ini sejalan dengan semangat Hari Pahlawan: gotong royong untuk bangkit dari keterpurukan,” tambah Samsul.


