Baznas Ngawi Gelar Bakti Sosial Meriah: Santuni 115 Dhuafa dengan Sembako, Cek Kesehatan Gratis, dan Donor Darah di Masjid At Taqwa

Baznas Ngawi: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ngawi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui serangkaian kegiatan bakti sosial yang penuh makna. Pada Sabtu (23/11) pagi, di halaman Masjid Jami’ At Taqwa Jalan Patiunus, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Baznas bersama Masjid Jami’ At Taqwa, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ngawi, dan berbagai elemen masyarakat menggelar program santunan sembako untuk 115 keluarga dhuafa, pemeriksaan kesehatan gratis, serta donor darah sukarela.
Kegiatan yang bertajuk “Berbagi Berkah, Berdaya Bersama” ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting setempat, termasuk Ketua Baznas Kabupaten Ngawi, Samsul Hadi; Camat Ngawi, Arin Royanto, S.STP; serta Lurah Ketanggi, Reza Al Hafid, S.STP. Kehadiran para pemuka masyarakat ini tidak hanya menjadi penyemangat, tetapi juga simbol sinergi lintas sektor dalam membangun gotong royong di tengah masyarakat Ngawi yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian dan usaha kecil.
Dalam sambutannya, Samsul Hadi menekankan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari amanah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola Baznas untuk langsung menyentuh warga kurang mampu. “Hari ini, kita bukan hanya membagikan sembako, tapi juga harapan. 115 keluarga dhuafa yang hadir mewakili ribuan wajah kemiskinan di Ngawi. Melalui santunan berupa beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya senilai Rp 150 ribu per paket, kami berharap bisa meringankan beban mereka di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi,” ujar Samsul Hadi dengan penuh semangat.
Tak berhenti di situ, kegiatan ini juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis yang diikuti ratusan warga. Tim medis dari Puskesmas setempat dan relawan PMI memeriksa tekanan darah, gula darah, dan pemeriksaan umum lainnya. “Banyak ditemukan kasus hipertensi dini di kalangan dhuafa, terutama lansia. Ini alarm bagi kita untuk lebih proaktif dalam pencegahan,” kata salah seorang dokter relawan, dr. Cheesar
Puncak acara adalah penggerakkan donor darah yang berhasil mengumpulkan 75 kantong darah darah segar. Koordinator PMI Kabupaten Ngawi, Ahmad Fauzi, mengapresiasi antusiasme masyarakat. “Donor darah bukan hanya soal darah, tapi ikatan kemanusiaan. Stok darah di PMI Ngawi sempat menipis, dan kegiatan seperti ini sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa,” tambahnya. Para pendonor, mulai dari remaja hingga lansia, berbondong-bondong mendekati tenda donor, diiringi doa bersama di masjid.

Camat Ngawi, Arin Royanto, S.STP, yang turut berdonor, menyampaikan pesan inspiratif. “Sebagai pemerintahan kecamatan, kami bangga bersinergi dengan Baznas dan masjid. Ketanggi adalah kelurahan strategis di pusat kota, dan kegiatan ini bisa menjadi model bagi desa-desa lain di Ngawi. Mari kita jadikan ini momentum untuk saling jaga kesehatan dan berbagi rezeki,” katanya sambil menyerahkan santunan simbolis kepada perwakilan dhuafa.
Lurah Ketanggi, Reza Al Hafid, S.STP, juga turut hadir sepanjang acara, memastikan kelancaran logistik dan partisipasi warga. “Warga Ketanggi sangat antusias. Ini bukti bahwa solidaritas kita masih kuat. Terima kasih kepada Baznas Ngawi dan mitra yang telah memilih masjid kami sebagai lokasi,” ungkapnya.
Kegiatan ini berlangsung khidmat sejak pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB, diwarnai dengan tausiyah singkat oleh pengurus Masjid Jami’ At Taqwa tentang nilai berbagi dalam Islam. (bzs.shi)
