BAZNAS Ngawi Salurkan Olahan Daging DAM Haji 1446 H ke 3 Kecamatan, Prioritaskan Bayi Stunting dan Lansia

Baznas Ngawi: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengelola zakat secara tepat sasaran. Pada hari ini, BAZNAS Ngawi mendistribusikan olahan daging Dana Alokasi Manasik (DAM) Haji Tahun 2025 atau 1446 Hijriah, yang menyasar tiga kecamatan utama, yaitu Paron, Ngawi, dan Pungkur. Program ini secara khusus difokuskan pada kelompok rentan, termasuk bayi penderita stunting, lansia, serta keluarga dhuafa, sebagai upaya nyata mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat.
Acara penyerahan dilakukan secara serentak di balai desa-desa terpilih di ketiga kecamatan tersebut, dengan total penerima manfaat mencapai ratusan jiwa. Olahan daging kurban yang telah diolah menjadi rendang, kare, dan gulai ini tidak hanya kaya nutrisi, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan penerima. “Kami memilih bayi stunting sebagai prioritas utama karena data menunjukkan angka stunting di Ngawi masih banyak. Daging ini akan menjadi sumber protein esensial untuk mendukung pertumbuhan mereka,” ujar Ketua BAZNAS Ngawi, Samsul Hadi, saat membuka acara di Balai Desa Babadan Kecamatan Paron.

Menurut Hamdani, dana DAM Haji yang terkumpul tahun ini mencapai Rp 500 juta lebih, sebagian besar berasal dari jemaah haji asal Ngawi yang telah melaksanakan ibadah di Tanah Suci. “Zakat ini bukan sekadar bantuan makanan, tapi juga bentuk pengabdian jemaah haji kepada masyarakat. Kami bekerja sama dengan Desa-Desa untuk memastikan distribusi tepat sasaran,” tambahnya. Di Kecamatan Ngawi, misalnya, 150 porsi olahan daging diserahkan langsung ke posyandu, sementara di Pungkur, fokusnya pada 100 lansia yang tinggal sendirian.

Dampak program ini langsung terasa bagi penerima. Siti Aminah (65), seorang lansia dari Desa Paron, tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih. “Sudah lama saya tidak merasakan daging yang enak seperti ini. Ini bukan hanya makanan, tapi juga obat penyemangat bagi kami yang kesulitan ekonomi,” ceritanya dengan mata berkaca-kaca. Sementara itu, ibu rumah tangga di Kecamatan Pungkur, Rini Wulandari, yang anaknya berusia 1 tahun mengidap stunting, mengaku program ini seperti “berkah dari langit”. “Nutrisi anak saya selama ini terbatas. Semoga ini menjadi awal pemulihan kesehatannya,” katanya.
Inisiatif BAZNAS Ngawi ini sejalan dengan program nasional penanganan stunting yang dicanangkan pemerintah, di mana Kabupaten Ngawi menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14% pada akhir 2025. Selain itu, distribusi ini juga memperkuat solidaritas umat, mengingatkan bahwa zakat haji bukan hanya ritual, tapi juga instrumen sosial yang hidup. “Kami berharap tahun depan bisa memperluas cakupan ke kecamatan lain, dengan dukungan lebih besar dari masyarakat,” pungkas Ahmad Subhan.
Program ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk anggota Wakil Bupati Ngawi yang hadir dalam acara. Mereka menilai, upaya seperti ini patut dijadikan model bagi lembaga amal lainnya di Jawa Timur. Dengan demikian, BAZNAS Ngawi tidak hanya mendistribusikan zakat, tapi juga menabur harapan bagi masa depan yang lebih sejahtera. (shi.bzs)

Baznas Ngawi: Di tengah semangat kebersamaan yang membara, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 menjadi momen inspiratif bagi generasi muda Ngawi. Bertempat di Kantor Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Ngawi berkolaborasi dengan Wakil Bupati Ngawi, Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H., M.Si, menyalurkan bantuan biaya pendidikan dan program pencegahan stunting kepada puluhan warga setempat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud nyata kepedulian sosial, tapi juga panggilan bagi pemuda untuk terus berjuang mewujudkan cita-cita bangsa seperti yang dirintis para pendiri Sumpah Pemuda 97 tahun silam.
Sementara itu, Ibu Wulan, penerima bantuan anti-stunting untuk anaknya yang berusia 2 tahun, berbagi kisahnya. “Anak saya sering rewel karena kurang gizi. Paket dari BAZNAS ini seperti berkah, plus edukasinya bikin saya paham cara beri makan sehat. Terima kasih Pak Wabup dan BAZNAS, ini bantu kami bangun generasi sehat,” katanya dengan mata berkaca-kaca.


Baznas Ngawi: Dalam semangat Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi berkolaborasi erat dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ngawi, Panitia HSN 2025, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ngawi, menggelar kegiatan Ekoteologi berupa penanaman 1.000 pohon di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Qur’an Besan, Kantor Desa Macanan Kecamatan Jogorogo, dan Kampung Moderasi Beragama di Kecamatan Ngrambe. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko, Forkopimda, Kepala Kantor Kemenag Ngawi Dr. H. Ersyad,M.HI., Ketua BAZNAS Ngawi Samsul Hadi,S.HI., M.Pd., Ketua FKUB Ngawi, serta Ketua PCNU Ngawi dan Ketua Panitia HSN 2025 Angga Putra.
Ratusan warga dan pelajar dari sekitar Jogorogo dan Ngrambe ikut berpartisipasi, menciptakan suasana gotong royong yang hangat. “Saya senang bisa menanam pohon di ponpes ini. Ini ajarkan kami santri bahwa menjaga alam sama dengan shalat,” ungkap salah seorang santri Ponpes Al Qur’an Beran.


Baznas Ngawi_ Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan generasi muda melalui program zakat produktif. Pada Kamis (23/10), 37 siswa kelas VII SMP Negeri 3 Ngawi menerima bantuan biaya pendidikan senilai jutaan rupiah melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah setempat. Kegiatan ini tidak hanya meringankan beban orang tua siswa, tapi juga membuka peluang masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak kurang mampu.
Bantuan ini mencakup biaya uang Saku, buku pelajaran. Dipilih melalui verifikasi ketat oleh tim UPZ, para penerima manfaat mayoritas berasal dari keluarga petani dan buruh harian yang terdampak fluktuasi ekonomi. Eko Yulianto, kepala sekolah yang juga aktif dalam pengelolaan UPZ, menyambut baik inisiatif ini. “Kolaborasi dengan BAZNAS sangat berarti bagi kami. Dengan bantuan ini, absensi siswa meningkat, dan prestasi belajar pun ikut naik. Terima kasih kepada para donatur yang telah menyalurkan zakatnya melalui kami,” katanya sambil menyerahkan dokumen simbolis kepada perwakilan siswa.
“Inisiatif ini mengingatkan kita bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, dan zakat bisa menjadi jembatan untuk mewujudkannya. Bagi masyarakat Ngawi yang ingin berpartisipasi, BAZNAS Ngawi siap menampung zakat melalui UPZ terdekat. Siapa tahu, zakat Anda hari ini justru menyalakan lampu harapan bagi generasi mendatang. (shi.bzs)
Baznas Ngawi: Suasana haru dan bahagia menyelimuti Alun-Alun Merdeka Ngawi, saat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ngawi, Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2025, dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Ngawi menyalurkan santunan kepada 500 anak yatim santri. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian peringatan HSN 2025 yang bertema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, menggema semangat perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan dan membangun kesejahteraan umat.
Bupati Ony Anwar Harsono, yang turut membagikan santunan, memuji inisiatif ini sebagai “jihad baru” santri. “Santri bukan hanya pewaris perjuangan kemerdekaan, tapi juga benteng moral di tengah dinamika teknologi. Dengan santunan ini, kita pastikan anak yatim santri tak kekurangan, agar mereka fokus belajar dan mengabdi. Selamat Hari Santri Nasional 2025! Mari songsong masa depan dengan ilmu, akhlak, dan gotong royong,” pesan Ony di hadapan hadirin.
