Silaturahim Hangat, Kajari Ngawi Susanto Gani Pamit ke BAZNAS Jelang Mutasi ke Kejaksaan Agung

Baznas Ngawi: Dalam suasana penuh keakraban dan haru, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi, Susanto Gani, S.H., M.H., melakukan silaturahim spesial ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi. Kunjungan ini diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Ngawi, Samsul Hadi, S.HI.,M.Pd., sebagai bentuk pamitan menyentuh hati menjelang mutasi Bapak Susanto ke tingkat pusat. Acara yang berlangsung di kantor BAZNAS Ngawi, Selasa (21/10), menjadi momen refleksi atas sinergi panjang antara lembaga penegak hukum dan filantropi yang telah memberi dampak nyata bagi masyarakat Ngawi.
Silaturahim ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan panggung emosional di mana Bapak Susanto berbagi cerita perjalanan selama menjabat di Kejari Ngawi sejak Juni 2024. Menggantikan Budi Raharjo, ia membawa angin segar dengan berbagai inisiatif sosial yang berkolaborasi erat dengan BAZNAS Ngawi. “Saya datang dengan rasa syukur yang mendalam. Selama ini, Kejari Ngawi dan BAZNAS Ngawi telah menjadi mitra strategis dalam mewujudkan keadilan sosial yang merata. Dari bedah rumah hingga nikah massal, kita telah menyentuh ribuan jiwa,” ujar Susanto Gani dengan nada haru.
Mutasi Bapak Susanto ke Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi pada Direktorat Pengendalian Operasi Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung merupakan bagian dari rotasi besar-besaran yang diumumkan Jaksa Agung. Langkah ini menandai promosi karier yang patut disambut dengan doa dan selamat dari seluruh jajaran Kejari Ngawi. “Ini amanah baru yang lebih besar. Saya optimis, pengalaman di Ngawi akan menjadi modal utama untuk berkontribusi di tingkat nasional,” tambahnya.
Samsul Hadi, yang dikenal sebagai arsitek program zakat produktif di Ngawi, tak bisa menyembunyikan keharuannya. “Bapak Susanto bukan hanya pemimpin, tapi sahabat bagi kami. Kolaborasi kita telah menghasilkan program ikonik seperti bedah rumah RTLH, beasiswa santri tahfidz untuk 30 anak berprestasi, dan nikah massal yang menyatukan 17 pasang pengantin pada Juli 2025. Ini bukti bahwa keadilan hukum dan sedekah bisa berjalan seiring,” katanya sambil menahan getar suara.

Pesan utama dari silaturahim ini adalah komitmen abadi atas kerjasama. Susanto Gani menekankan, “Silaturahim dan sinergi antara Kejari Ngawi dan BAZNAS Ngawi harus tetap terjaga. Meski saya pindah, semangat untuk bersama-sama memberdayakan masyarakat Ngawi tak boleh pudar. Mari kita lanjutkan program sosial, dari pencegahan stunting hingga pemberdayaan ekonomi umat melalui dana ZIS (zakat, infak, sedekah).” Pernyataan ini langsung mendapat respons positif dari Samsul Hadi, yang berjanji BAZNAS Ngawi akan terus menjadi jembatan kebaikan. “Kami siap kolaborasi dengan penerus Bapak Susanto Gani lebih baik karena ulah bersama seperti ini,” tegasnya.
Momen pamitan ini juga menjadi pengingat betapa sinergi lintas lembaga mampu menciptakan dampak berkelanjutan. Sejak awal kepemimpinannya, Susanto Gani telah memimpin berbagai aksi sosial bersama BAZNAS Ngawi, termasuk khitanan massal, penyaluran sembako untuk dhuafa, serta sosialisasi optimalisasi BAZNAS yang aman syar’i dan regulasi pada Februari 2025. Tak heran jika acara ditutup dengan doa dan foto kenangan yang sarat makna, meninggalkan jejak kebersamaan yang akan dikenang lama.
Kejari Ngawi dan BAZNAS Ngawi membuktikan bahwa di balik tugas penegakan hukum dan pengelolaan zakat, ada hati yang berdetak untuk kesejahteraan rakyat. Selamat bertugas di jabatan baru, Bapak Susanto! Semoga Ngawi selalu menjadi rumah kedua yang hangat. (shi.bzs)
