BAZNAS Ngawi Salurkan Bantuan Satu Keluarga Satu Sarjana untuk 8 Mahasiswa STIT Islamiyah Karya Pembangunan

Baznas Ngawi: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi menyalurkan bantuan program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) kepada 8 mahasiswa STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Ngawi, Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H, M.Si, bersama Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA, M.Phill, Ph.D, yang juga menjabat sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Ketua BAZNAS Ngawi, Samsul Hadi, dan Ketua STIT Islamiyah Karya Pembangunan, Dian Febrianingsih, S.Pd., M.Si, di kampus setempat, Senin (27/10/2025).

Program SKSS ini menjadi wujud komitmen BAZNAS Ngawi untuk mendukung pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu, sekaligus mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia. Yang menarik, dari 8 mahasiswa penerima bantuan, dua di antaranya adalah hafiz Al-Qur’an, sementara enam lainnya merupakan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Ngawi. Keberhasilan mereka menempuh pendidikan tinggi sambil mempertahankan nilai-nilai keagamaan menjadi inspirasi tersendiri.
Wakil Bupati Ngawi, Dr. Dwi Rianto Jatmiko, dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif BAZNAS dan STIT Islamiyah Karya Pembangunan. “Program ini bukan hanya tentang bantuan finansial, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas. Kami bangga melihat mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan spiritual,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Akh. Muzakki menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan zakat untuk mendukung akses pendidikan. “Keberadaan hafiz dan santri di antara penerima beasiswa ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dan nilai keagamaan dapat berjalan seiring. Ini adalah model pendidikan yang patut kita dukung,” tuturnya.
Ketua BAZNAS Ngawi, Samsul Hadi, menjelaskan bahwa program SKSS bertujuan meringankan beban biaya pendidikan bagi keluarga prasejahtera, sekaligus mendorong pemerataan pendidikan. “Kami berharap bantuan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dian Febrianingsih, Ketua STIT Islamiyah Karya Pembangunan, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi mahasiswa penerima beasiswa. “Kami tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter agar mereka menjadi lulusan yang siap mengabdi,” katanya.

Acara penyerahan bantuan dihadiri oleh civitas akademika, tokoh masyarakat, dan perwakilan pondok pesantren. Suasana haru dan bangga terasa ketika para mahasiswa, yang terdiri dari hafiz dan santri, menerima bantuan secara langsung. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk mendukung pendidikan di Ngawi. (shi/bzs)
