Momentum Hari Santri Nasional 2025: BAZNAS Ngawi, Panitia HSN, dan LAZISNU Bersinergi Santuni 500 Anak Yatim Santri
Baznas Ngawi: Suasana haru dan bahagia menyelimuti Alun-Alun Merdeka Ngawi, saat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ngawi, Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2025, dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Ngawi menyalurkan santunan kepada 500 anak yatim santri. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian peringatan HSN 2025 yang bertema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, menggema semangat perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan dan membangun kesejahteraan umat.
Dihadiri oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko, serta ribuan warga dan santri dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Ngawi, penyaluran santunan berlangsung khidmat. Setiap anak yatim santri menerima paket bantuan berupa uang tunai senilai Rp100.000.
Ketua Baznas Ngawi, Samsul Hadi menegaskan bahwa sinergi ini merupakan wujud nyata komitmen lembaganya dalam mendukung program HSN. “Momentum Hari Santri Nasional 2025 bukan hanya perayaan, tapi panggilan untuk berbagi. Kami bersinergi dengan panitia HSN dan LAZISNU untuk menjangkau 500 anak yatim santri. Ini bagian dari ekoteologi dan program sosial-keagamaan, di mana pelestarian lingkungan dan kepedulian yatim menjadi ibadah bersama,” ujar Samsul saat menyerahkan santunan simbolis kepada perwakilan santri yatim dari Ponpes Al-Azhar Widodaren.
Sementara itu, Ketua Panitia HSN 2025 sekaligus Ketua PC GP Ansor Ngawi, Helmi Masulin (Gus Ulin), menambahkan bahwa kegiatan ini melengkapi rangkaian acara selama 10 hari terakhir, mulai 17 Oktober. “Dari pengajian akbar hingga pawai budaya, HSN tahun ini juga menampilkan bazar UMKM santri dan layanan kesehatan gratis. Santunan ini menjadi penutup yang penuh berkah, mengajak santri yatim untuk terus berjuang melawan hoaks di era digital, seperti disampaikan Bupati,” kata Gus Ulin. Ia menyebut, 220 pelaku UMKM santri ikut berpartisipasi, memperkuat ekonomi umat di tengah semangat peradaban dunia.
Dari pihak LAZISNU PCNU Ngawi, Ketua Hasyim menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas lembaga. “LAZISNU telah rutin mensantuni yatim melalui program seperti Gebyar Muharram, dan kini bergabung dalam HSN untuk menjangkau lebih luas. Ini membangun ekonomi jamaah NU, sekaligus mewujudkan visi NU Care-LAZISNU dalam memberdayakan santri yatim menjadi generasi tangguh,” tutur Hasyim. Ia menambahkan, program ini didukung oleh UPZIS dari tingkat MWC hingga ranting NU se-Ngawi, yang telah mengumpulkan ZIS secara masif sepanjang tahun.
Bupati Ony Anwar Harsono, yang turut membagikan santunan, memuji inisiatif ini sebagai “jihad baru” santri. “Santri bukan hanya pewaris perjuangan kemerdekaan, tapi juga benteng moral di tengah dinamika teknologi. Dengan santunan ini, kita pastikan anak yatim santri tak kekurangan, agar mereka fokus belajar dan mengabdi. Selamat Hari Santri Nasional 2025! Mari songsong masa depan dengan ilmu, akhlak, dan gotong royong,” pesan Ony di hadapan hadirin.
Kegiatan penutup HSN 2025 ini juga diwarnai pentas seni religi, seperti lomba rebana dan shalawat, yang disaksikan oleh Forkopimda, Kemenag Ngawi, serta tokoh masyarakat. Tak hanya memberikan bantuan materi, acara ini menanamkan nilai-nilai persatuan dan kepedulian, sejalan dengan Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari yang menjadi akar HSN setiap 22 Oktober.
Dengan sinergi Baznas Ngawi, panitia HSN, dan LAZISNU, Ngawi kembali membuktikan bahwa santri bukan hanya pelajar agama, tapi juga agen perubahan sosial yang menginspirasi. Program serupa diharapkan terus bergulir, memperkuat pondasi peradaban Indonesia yang merdeka dan beradab. (shi.bzs)
