Kolaborasi Harmonis: BAZNAS Ngawi dan Kemenag Tanam 1.000 Pohon di Ponpes Al Qur’an Beran, Puncak HSN 2025
Baznas Ngawi: Dalam semangat Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi berkolaborasi erat dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ngawi, Panitia HSN 2025, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ngawi, menggelar kegiatan Ekoteologi berupa penanaman 1.000 pohon di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Qur’an Besan, Kantor Desa Macanan Kecamatan Jogorogo, dan Kampung Moderasi Beragama di Kecamatan Ngrambe. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko, Forkopimda, Kepala Kantor Kemenag Ngawi Dr. H. Ersyad,M.HI., Ketua BAZNAS Ngawi Samsul Hadi,S.HI., M.Pd., Ketua FKUB Ngawi, serta Ketua PCNU Ngawi dan Ketua Panitia HSN 2025 Angga Putra.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional Ekoteologi Kemenag RI, yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pelestarian lingkungan sebagai bentuk ibadah spiritual. “Momentum HSN 2025 bukan hanya peringatan historis atas perjuangan santri melawan penjajah, tapi juga panggilan untuk menjaga bumi sebagai amanah Tuhan. Dengan menanam 1.000 pohon ini, kita ubah semangat perjuangan menjadi aksi nyata pelestarian alam,” ujar Dr. H. Ersyad, Kepala Kemenag Ngawi, saat membuka acara secara simbolis dengan menanam bibit mangga di halaman Ponpes Al Qur’an Sunan Kalijaga Beran.
Penanaman pohon tersebar di tiga lokasi strategis: 500 bibit di Ponpes Al Qur’an Beran sebagai pusat kegiatan santri, 300 bibit di Kantor Desa Macanan Kecamatan Jogorogo untuk memperkuat kawasan pedesaan, dan 200 bibit di Kampung Moderasi Beragama Desa Cepoko Kecamatan Ngrambe, yang menjadi simbol harmoni antarumat beragama. Jenis pohon yang dipilih meliputi mangga, mahoni, dan sirsak, yang tidak hanya ramah lingkungan tapi juga bermanfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ketua BAZNAS Ngawi, Samsul Hadi, S.HI., M.Pd.I, menekankan sinergi antarlembaga sebagai kunci keberhasilan. “BAZNAS Ngawi tidak hanya mengelola zakat untuk yatim piatu, tapi juga mendukung program HSN melalui Ekoteologi. Ini bukti bahwa zakat bisa jadi investasi untuk generasi hijau,” katanya. Dukungan BAZNAS Ngawi juga mencakup bantuan bibit dan alat tanam.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, yang turut menanam pohon bersama santri dan tokoh agama, menyambut baik inisiatif ini. “Pemkab Ngawi bangga dengan kolaborasi ini. Penanaman pohon bukan sekadar seremoni, tapi komitmen Forkopimda untuk wujudkan Ngawi hijau dan toleran. Melalui Kampung Moderasi Beragama, kita tanam bukan hanya pohon, tapi juga nilai toleransi,” tegasnya. Hadir pula perwakilan PCNU Ngawi KH Rudi Triwahid dan FKUB, yang menambahkan nuansa multikultural dengan doa sebelum penanaman.
Ratusan warga dan pelajar dari sekitar Jogorogo dan Ngrambe ikut berpartisipasi, menciptakan suasana gotong royong yang hangat. “Saya senang bisa menanam pohon di ponpes ini. Ini ajarkan kami santri bahwa menjaga alam sama dengan shalat,” ungkap salah seorang santri Ponpes Al Qur’an Beran.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu gerakan lebih luas di Ngawi, sejalan dengan Asta Cita Presiden yang menekankan pelestarian lingkungan. Dengan dukungan semua pihak, penanaman 1.000 pohon ini bukan akhir, melainkan awal dari Ngawi yang lebih hijau dan damai. Pemantauan pemeliharaan pohon akan dilakukan oleh Kemenag dan desa setempat untuk memastikan keberlanjutan.(bzs.shi)
