Koordinasi Strategis Baznas, Pemkab, dan Dinkes Ngawi: Bangun Benteng Penanggulangan TBC
Baznas Ngawi: Dalam upaya memperkuat pertahanan kesehatan masyarakat Jawa Timur, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ngawi berkolaborasi erat dengan Pemerintah Daerah (Pemkab) Ngawi dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Bertempat di Kurnia Convention Hall Ngawi, kedua belah pihak menggelar rapat koordinasi penyusunan program penanggulangan Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi, dengan fokus pada peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat rentan.
Acara yang berlangsung secara hybrid ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, termasuk Wakil Ketua Baznas Ngawi Dr. Hamdani, S.Ag., M.A., yang turut memimpin diskusi sebagai perwakilan lembaga filantropi. Hadir pula Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, serta perwakila Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, dr. Retno. Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dalam mengatasi TBC, penyakit yang masih menjadi ancaman serius di Indonesia dengan lebih dari 1 juta kasus baru setiap tahunnya, menurut data Kementerian Kesehatan.
Dr. Hamdani, dalam sambutannya, menekankan peran strategis Baznas sebagai jembatan antara zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) dengan kebutuhan kesehatan masyarakat. “Baznas Ngawi siap mengalokasikan dana ZISWAF untuk mendukung program skrining TBC dini di desa-desa terpencil. Koordinasi ini bukan sekadar rapat, tapi komitmen nyata untuk menyelamatkan nyawa melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya dengan penuh semangat, sembari mengingatkan bahwa TBC telah merenggut ribuan jiwa di Jawa Timur sepanjang 2024.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekda Ngawi, menyoroti dukungan penuh Pemkab terhadap inisiatif ini. “Pemerintah daerah akan memastikan anggaran daerah selaras dengan program nasional eliminasi TBC 2030. Kami bangga dengan sinergi ini, yang tidak hanya mengurangi beban kesehatan tapi juga memperkuat ketahanan sosial di Ngawi,” katanya, menambahkan bahwa Pemkab telah menyiapkan data pemetaan wilayah rawan TBC untuk memaksimalkan distribusi sumber daya.
Dinkes Ngawi, dr. Retno membagikan data terkini yang menggembirakan sekaligus mengkhawatirkan: tingkat deteksi TBC di kabupaten ini mencapai 85 persen, namun masih ada celah di kalangan pekerja migran dan keluarga miskin. “Hari ini, kami menyusun roadmap bersama, termasuk pelatihan kader posyandu berbasis ZISWAF dan kampanye edukasi digital. Target kami: nol kematian TBC di Ngawi pada 2027,” tegasnya, sembari mengapresiasi kontribusi Baznas yang telah mendanai obat TBC.
