BAZNAS Ngawi Beri Sentuhan Kasih: Ibu Dinem Terima Kursi Roda, Langkah Awal Bangkit dari Keterbatasan

Baznas Ngawi: Di tengah hiruk-pikuk kehidupan desa yang sederhana, sebuah momen haru terselip di Dusun Ngariboyo, Desa Manisharjo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ngawi menyerahkan bantuan kursi roda kepada Ibu Dinem (55), warga yang selama ini bergulat dengan keterbatasan mobilitas akibat kecelakaan. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Baznas III Haris Mustofa, SH, yang hadir dengan senyum tulus, melambangkan komitmen lembaga filantropi itu untuk meringankan beban saudara-saudaranya.
Ibu Dinem, seorang janda dengan dua anak yang masih bergantung padanya, menceritakan perjuangannya yang penuh liku. “Sejak lumpuh, saya seperti burung dalam sangkar. Tak bisa ke sawah, tak bisa ke pasar, apalagi ke masjid untuk sholat berjamaah. Anak-anak saya yang bekerja serabutan harus rela menggendong saya kemana-mana. Ini kursi roda seperti sayap baru bagiku,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, sambil memegang erat pegangan kursi roda berwarna biru cerah yang baru saja diserahkan.
Acara penyerahan yang berlangsung di halaman rumah sederhana Ibu Dinem berlangsung khidmat, dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan puluhan warga setempat. Haris Mustofa, yang dikenal sebagai pengacara berhati sosial di Ngawi, tidak hanya menyerahkan bantuan kursi roda tersebut, tapi juga berbagi pesan inspiratif. “Zakat bukan sekadar uang atau barang, tapi jembatan kasih sayang antarmanusia.
Baznas Ngawi berkomitmen untuk menjangkau yang paling membutuhkan, seperti Ibu Dinem. Ini baru permulaan; kami akan terus gali potensi zakat untuk program serupa,” tegasnya.Baznas Ngawi, yang dikelola secara profesional sejak berdiri pada 2018, telah mencatatkan ribuan penerima manfaat melalui program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Penyerahan kursi roda ini merupakan bagian dari inisiatif “Zakat Sehat” yang diluncurkan tahun ini, menargetkan bisa membantu disabilitas bagi warga kurang mampu di seluruh kabupaten. “Kami bekerja sama dengan donatur swasta dan pemerintah desa untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Kisah Ibu Dnem mengingatkan kita, bahwa satu kursi roda bisa mengubah nasib satu keluarga,” tambah Haris.

Warga Dusun Ngariboyo yang menyaksikan acara pun tak henti-hentinya bertepuk tangan. “Ini bukti Baznas bukan cuma janji, tapi aksi nyata. Semoga lebih banyak lagi yang terbantu,” kata Pak Slamet, ketua RT setempat.
Dengan kursi roda anyar ini, Ibu Dinem berharap bisa kembali mandiri: berkebun kecil-kecilan di belakang rumah, atau sekadar mengantar anaknya ke sekolah tanpa membebani siapa pun. Kisahnya menjadi pengingat bahwa di balik kesulitan, ada tangan-tangan dermawan yang siap mengulurkan bantuan. Baznas Ngawi membuktikan, zakat adalah investasi untuk kebaikan yang tak ternilai.(bzs.shi)
