BAZNAS Ngawi Kick Off Milad ke-25 dengan Semangat Pemberdayaan Mustahik

Baznas Ngawi: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi menggelar acara Kick Off Milad ke-25 Meningkatkan Kepercayaan, Menguatkan Pemberdayaan”. Acara ini sekaligus menjadi ajang pentasarrufan (penyaluran) program unggulan Ngawi Cerdas dan Ngawi Makmur yang didukung BAZNAS Provinsi Jawa Timur.
Acara yang digelar di Kantor Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Ngawi di Jl. Brawijaya yang dihadiri langsung oleh Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Ngawi Dr. Samsul Hadi, S.HI., M.Pd.I., beserta pimpinan BAZNAS Ngawi, Kabag Kesra Setda Ngawi, serta perwakilan Kepala Kemenag Ngawi, Kasi Zakat dan Wakaf (Zawa).
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Ngawi Dr. Samsul Hadi menyampaikan rasa syukur atas perjalanan 25 tahun sejak berdiri pada 2001. “Perjalanan 25 tahun bukan waktu singkat. Dari pengumpulan sederhana, kini dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya semakin signifikan, menyentuh ribuan mustahik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Tema milad kali ini mencerminkan komitmen BAZNAS Ngawi untuk memperkuat tata kelola akuntabel dan memperluas program pemberdayaan berkelanjutan. Samsul Hadi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi, para muzakki, mitra strategis, lembaga keuangan syariah, perusahaan, komunitas, serta pengurus, UPZ, relawan, dan staf BAZNAS yang ikhlas mengabdi.
Ke depan, BAZNAS Ngawi berkomitmen berinovasi, meningkatkan literasi zakat, memperluas pengumpulan, serta memastikan penyaluran tepat sasaran. “Semoga di usia seperempat abad ini, BAZNAS Ngawi semakin dipercaya dan menjadi rahmat bagi warga Ngawi,” tambahnya.

Acara ditutup dengan pembukaan resmi Kick Off Milad ke-25 oleh Bupati Ngawi dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim. Turut diserahkan pentasarrufan program Ngawi Cerdas (bantuan pendidikan) dan Ngawi Makmur (pemberdayaan ekonomi), yang selama ini telah berhasil memberdayakan ribuan mustahik melalui beasiswa, modal usaha, dan bantuan produktif.
Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono dalam kesempatan terpisah kerap menyampaikan dukungan penuh terhadap gerakan zakat, termasuk sebagai Pembina BAZNAS terbaik di tingkat Nasional. Sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS diharapkan terus mempercepat pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat Ngawi.

Dengan semangat ini, BAZNAS Ngawi optimistis memasuki tahun 2026 dengan program lebih inovatif, mendukung visi Indonesia maju melalui pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak nyata.(bzs.shi)










Baznas Ngawi: Dalam upaya memperkuat pertahanan kesehatan masyarakat Jawa Timur, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ngawi berkolaborasi erat dengan Pemerintah Daerah (Pemkab) Ngawi dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Bertempat di Kurnia Convention Hall Ngawi, kedua belah pihak menggelar rapat koordinasi penyusunan program penanggulangan Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi, dengan fokus pada peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat rentan.
Dinkes Ngawi, dr. Retno membagikan data terkini yang menggembirakan sekaligus mengkhawatirkan: tingkat deteksi TBC di kabupaten ini mencapai 85 persen, namun masih ada celah di kalangan pekerja migran dan keluarga miskin. “Hari ini, kami menyusun roadmap bersama, termasuk pelatihan kader posyandu berbasis ZISWAF dan kampanye edukasi digital. Target kami: nol kematian TBC di Ngawi pada 2027,” tegasnya, sembari mengapresiasi kontribusi Baznas yang telah mendanai obat TBC.
Baznas Ngawi: Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025, Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (BAZNAS) Kabupaten Ngawi bekerja sama dengan SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika (BIM) Ngawi menggelar layanan pengobatan gratis bagi masyarakat dhuafa di Desa Kartohadjo, Kecamatan Ngawi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud nyata kepedulian sosial, tetapi juga mengedepankan semangat gotong royong untuk meningkatkan akses kesehatan bagi warga kurang mampu.
Pimpinan BAZNAS Ngawi beserta pelaksana program juga hadir penuh, memastikan kelancaran operasional kegiatan. Sementara itu, Kepala Desa Kartohadjo, Suwarjono menyambut hangat inisiatif ini. “Desa kami mayoritas petani dan buruh tani yang akses layanannya terbatas. Pengobatan gratis ini sangat berarti, terutama di masa pasca-pandemi di mana biaya hidup semakin tinggi. Terima kasih kepada BAZNAS Ngawi dan SMK BIM Ngawi yang telah memilih desa kami sebagai lokasi,” kata Budi Santoso.
Wakil Kepala SMK Kesehatan BIM Ngawi, Budi Siswanto Purnomo, S.Pd menekankan nilai edukatif dari acara ini. “Selain memberikan pengobatan, kami juga menyisipkan sosialisasi pencegahan penyakit tropis yang sering menyerang warga pedesaan. Siswa-siswi kami belajar langsung bagaimana melayani dengan empati, sejalan dengan visi sekolah kami membentuk tenaga kesehatan yang humanis,” tambahnya.

